Pilkada Kotabaru 2020, Arus Bawah Dukung Ketua DPRD

Pilkada Kotabaru 2020, Arus Bawah Dukung Ketua DPRD

Syairi Mukhlis
Dukungan arus bawah yang menghendaki Syairi Mukhlis, Ketua DPRD Kotabaru maju di kontestasi Pilkada Kotabaru 2020 semakin kuat.

Beberapa tokoh muda milenial pun mulai memberi sinyal dukungan kepada Ketua DPRD Kotabaru ini. Selain memiliki kemampuan komunikasi politik, Syairi Mukhlis juga bisa menjalin hubungan dengan semua lini sehingga dianggap mampu memimpin Kotabaru . 

Politikus muda PDI Perjuangan ini memiliki kharisma tersendiri terbukti saat Pileg yang lalu mendapat suara yang sangat signifikan. Syairi Mukhlis juga getol memperjuangkan Tanah Kambatang Lima menjadi Daerah Otonomi Baru.

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Menanggapi kuatnya dukungan arus bawah yang menginginkan Syairi Mukhlis maju dalam Pilkada Kotabaru 2020, Syairi Mukhlis dengan rendah hati mengatakan sangat berterimakasih atas banyaknya dukungan arus bawah dan sangat mengapresiasi dukungan itu.

Simak juga : Hore ! Hari Raya Haji PNS Boleh Pulang Kampung.

Syairi Mukhlis juga menyatakan dalam komunikasi WhatsApp-nya dengan Awak Media ini dirinya sebagai petugas partai saat ini diberikan kepercayaan oleh PDI Perjuangan menjadi Ketua DPRD Kotabaru dan sekarang dijalaninya dengan penuh tanggungjawab.
Dan apabila partai menginginkan dirinya maju sebagai Calon Bupati dirinya sebagai petugas partai yang baik akan siap.

Anda perlu mencetak spanduk, baliho, banner, bermacam stiker, bikin ID Card, sablon & lainnya, klik foto ini untuk pesan

Ketua DPRD Kotabaru yang dikenal sangat komunikatif ini adalah satu-satunya yang mendukung pemekaran Tanah Kambatang Lima.

"Harapan saya siapapun nanti calon dan yang terpilih paling tidak dalam rangka percepatan pembangunan dengan kondisi wilayah yang luas paling tidak bisa membantu percepatan proses pemekaran dimana aspirasi ini digaungkan oleh masyarakat daratan. Karena kita sadari kondisi APBD kita yang terlalu kecil sementara wilayah kita yang luas tentu akan berpengaruh terhadap masyarakat kita yang berada di perbatasan Kalsel-Kaltim. Sehingga ada beberapa wilayah yang merasa belum terperhatikan. Terkait tentang adanya moratorium tentang pemekaran saat ini prosesnya sedang berjalan di pemerintah pusat, tapi paling tidak kita sudah pernah melakukan pengajuan pemekaran ini. Mudahan kita menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian," tutup Syairi Mukhlis. (DBG)

Post a comment

0 Comments